Header Ads

CNN Bilang Ini Hidangan Terlezat Dunia, Tapi Kamu Pasti Belum Tahu Fakta Rendang yang Satu Ini

NGULIQ - Rendang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, dan sudah menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Minang. Kata “rendang” sendiri diambil dari istilah randang, yang merujuk pada cara memasak santan hingga kering. 

Sejarah mencatat rendang sudah ada sejak abad ke-16, ketika orang Minang mulai merantau dan berdagang ke Malaka dan Singapura. Selain rasanya yang lezat, rendang juga tahan lama, jadi cocok banget dijadikan bekal perjalanan.

foto: : freepik/ikarahma

Rendang dibuat dari daging sapi yang dimasak perlahan bersama santan dan berbagai bumbu rempah seperti cabai, serai, lengkuas, dan kunyit. Proses memasaknya bisa memakan waktu berjam-jam supaya bumbu meresap sempurna dan santan mengental, menciptakan rasa yang kaya. Rahasianya, bumbu alami yang digunakan bersifat antiseptik, sehingga rendang bisa bertahan lama tanpa cepat basi.

Tak heran kalau rendang mendapat pengakuan internasional. Pada 2011, CNN International menobatkannya sebagai salah satu dari “50 Hidangan Terlezat Dunia,” dan pada 2018, rendang resmi menjadi salah satu dari lima hidangan nasional Indonesia. Jadi, setiap kali menyantap rendang, kita sebenarnya sedang menikmati kebanggaan kuliner Indonesia yang diakui dunia. 

Dikutip dari Klasika, Kompas, dalam sebuah tulisan Rendang dan Martabat Minang dalam sebuah seri Jelajah Kuliner Nusantara di Harian Kompas yang terbit pada 1 September 2013, asal-usul rendang sebenarnya masih tidak ada yang menyebutnya pasti.  Anggapan pertama dari sejarawan Muhammad Nur, rendang telah disebut dalam sejarah lisan antara abad ke-4 dan ke-10. 

Sementara itu, catatan tertulis baru muncul dalam laporan seorang ulama Islam, Syekh Burhanuddin dari Ulakan (Pariaman) pada abad ke-17.  Anggapan kedua dikemukakan oleh sejarawan Nurmatias yang berasumsi bahwa rendang telah menjadi bagian dari penyebaran agama Islam di Sumatera Barat oleh Syekh Burhanuddin pada abad ke-17. Anggapannya juga menyebut, kemungkinan ada makanan seperti rendang yang terbuat dari daging non-halal sebelum masuknya Islam. 

Setelah masuknya Islam, muncul gerakan dakwah Islam di Sumatera Barat. Anggapan ketiga dikemukan oleh Gusti Asnan yang mengangkat dari Laporan residen Padang HJJL Ridder de Stuers pada 1827. Dari laporan tersebut, Stuers menulis perbekalannya berbentuk daging hitam kering yang dibawa pedagang dari Minangkabau ke Singapura dan Malaysia melalui sungai Batang-Kwantang dan Sungai Indragiri.  

Fadly Rahman dalam artikel ilmiahnya yang berjudul Tracing the origins of rendang and its development yang terbit di Journal of Ethnic Foods, catatan paling awal soal rendang adalah naskah melayu dari awal abad ke-16 bertajuk Hikayat Amir Hamzah yang ditulis pada masa penyebaran Islam di Melayu.  

Sejatinya naskah tersebut merupakan adaptasi dari karya sastra klasik Persia yang dikompilasi ke dalam bahasa Melayu untuk menyemangati para prajurit. Di dalam naskah tersebut ditemukan kata “rendang” dan “merendang”. Adapun kutipannya sebagai berikut.  

Khoja Buzurjumhur Hakim pun pergi pula ke kedai orang merendang daging kambing, lalu ia berkata ‘beri apalah daging kambing rendang ini barang segumpal   Dari sini, kata merendang adalah istilah pengolahan rendang dan rendang adalah produk olahannya. Namun, konteks lokasinya adalah Malaka, bukan Sumatera Barat.

Bagi masyarakat Minang, hidangan ini merupakan simbol penghormatan dan nilai budaya, biasanya disajikan di acara penting seperti pernikahan atau perayaan adat untuk menunjukkan rasa hormat kepada tamu sekaligus memperkuat ikatan sosial dalam komunitas. 

Rendang juga tradisi, sejarah, dan kebanggaan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi. Dengan cita rasa yang kaya dan proses memasak yang unik, rendang tetap menjadi primadona kuliner Indonesia yang diakui dunia. (nlq)

Tidak ada komentar

close
pop up banner