Nguliq Manfaat Daun Jeruk yang Jarang Orang Tau, Mau Tau?
NGULIQ.COM - Kalau ngomongin daun jeruk, kebanyakan orang langsung kebayang aroma sedap di rendang, soto, atau sambal matah. Seringnya nggak pernah terlalu dilirik kan?
Nah yang mungkin nggak banyak orang tahu, daun jeruk ternyata punya potensi buat kesehatan mulut. Iya, buat kumur. Bukan cuma bumbu. Ada penelitian yang nunjukin kalau ekstrak daun jeruk punya kemampuan antibakteri, bisa menghambat pembentukan plak, dan bahkan membantu mengurangi bau mulut.
Di dalam mulut, ada bakteri bernama Streptococcus mutans yang hobi banget nempel di gigi dan bikin lapisan biofilm alias plak. Kalau dibiarkan, dia bisa jadi awal mula gigi keropos.
Beberapa penelitian menemukan bahwa ekstrak daun jeruk purut bisa menghambat pertumbuhan bakteri ini dan mengurangi kemampuannya bikin biofilm. Kok bisa? Karena daun jeruk punya senyawa aktif seperti citronellal, limonene, β-pinene, dan berbagai flavonoid.
Nama-namanya memang rumit, tapi sederhananya mereka ini tentara kecil yang kerja ngurangin aktivitas bakteri dan oksidasi di mulut.
Ada juga penelitian yang ngetes mouthwash berbahan ekstrak daun jeruk ke manusia dalam skala kecil. Hasilnya, setelah beberapa hari pemakaian, ada penurunan pada skor plaque index dan gingival index yang jadi indikator kesehatan gusi.
Jadi sejauh ini ada bukti awal yang mendukung. Hanya saja skalanya belum besar. Artinya ini menjanjikan, tapi belum boleh dibilang bisa menggantikan antiseptik klinis kayak chlorhexidine. Lebih cocok dianggap sebagai alternatif alami atau pendamping, bukan satu-satunya solusi utama perawatan gigi.
Kalau kamu pengen coba di rumah, resep paling aman adalah infusion. Caranya sederhana: ambil enam sampai delapan lembar daun jeruk purut yang masih segar, cuci bersih, lalu rebus dalam sekitar lima ratus mililiter air selama lima sampai delapan menit.
Setelah itu matikan api, tutup dan biarkan dingin sekitar lima belas sampai dua puluh menit, lalu saring. Pakai cairannya buat kumur selama tiga puluh sampai enam puluh detik, lalu buang. Jangan ditelan.
Simpan sisanya di kulkas maksimal dua hari. Kalau mau sensasi segar, boleh tambahin sejumput garam, tapi jangan tambahin yang aneh-aneh. Kalau terasa perih atau tidak nyaman, berhenti. Kondisi mulut tiap orang beda.
Penggunaan ini cocok kalau lo lagi kena sariawan ringan, nafas sedang kurang fresh, atau sekadar pengin alternatif mouthwash yang aromanya lebih alami daripada mint-mint pabrik. Tapi kalau lo punya masalah yang lebih serius kayak gusi sering berdarah, nyeri gigi yang tidak kelar-kelar, bau mulut yang parah, atau bahkan sudah ada lubang jelas di gigi, ya tetap harus ke dokter gigi. (liq)
foto: doktersehat.com

Post a Comment